Bianisme
Selamat datang di Blog Bianisme Semoga dengan adanya blog ini dapat menambah wawasan tentang apapun dan semoga bermanfaat positif untuk semua
Kamis, 16 Juni 2011
Iseng - iseng berhadiah...
Tema Nokia N70 Iseng berhadiah ...... :p

Download To Mobile Phone: Yan
Download To Mobile Phone: Bian
Download To Mobile Phone: Yan
Download To Mobile Phone: Bian
Sabtu, 11 Juni 2011
PBL Keperawatan Jiwa
PBL di Rumah Sakit Jiwa yang dilaksanakan dari tanggal 2 Juni 2011 sampai dengan 4 Juni 2011 ini merupakan pengalaman pertama saya dan hal ini sangat menambah wawasan saya tentang bagaimana perilaku orang dengan gangguan jiwa, masalah dan bagaimana cara mengatasi masalah yang terdapat pada orang dengan gangguan jiwa.
Tingkah laku yang ada pada orang dengan gangguan jiwa sangat tidak bisa ditebak, kita bias lihat dari video berikut :
Seperti biasa, hal baru dapat saya lakukan dalam PBL kali ini, akan tetapi PBL kali ini saya lebih banyak melakukan terapi kelompok yaitu dengan berolahraga bersama. Dengan terapi ini orang – orang dengan gangguan tersebut akan lebih banyak berinteraksi dan berkomuniasi dengan yang lainnya.
Kita bisa lihat bagaimana saat terapi itu dilakukan di video berikut :
Dengan cara ini, orang – orang dengan gangguan jiwa tersebut diharapkan akan senang dan kemudian dapat membuat dirinya kembali ke realita.
Selama pengkajian dengan beberapa pasien, kebanyakan dari mereka mengalami gangguan jiwa karena perilaku kekerasan yang dilakukan oleh keluarga maupun orang lain, baik itu kekerasan fisik maupun seksual. Dan ada juga beberapa pasien dengan depresi karena cintanya tidak terbalas dan harapan yang tidak terpenuhi.
Kesimpulannya pada orang – orang dengan gangguan jiwa ini adalah kurang efektifnya koping pada diri mereka. Dan untuk para pembaca, saya sarankan agar lebih banyak membaca tentang menejemen stress untuk mengurangi depresi yang ada pada diri kita, karena pada zaman saat ini sangat banyak sekali stressor yang bisa membuat jiwa kita terganggu. Dan yang sangat penting untuk kita pada saat ini adalah Perkuatlah tenggang rasa sesama manusia, hargai orang lain dan jangan terlalu egois karena secara langsung maupun tidak langsung itu dapat menjadi stressor bagi kita dan orang lain.Selasa, 31 Mei 2011
PBL Keperawatan Anak
Praktek Belajar Lapangan yang dimulai dari tanggal 26 mei 2011 sampai dengan 28 mei 2011 ini cukup menyenangkan dan memberikan banyak pengalaman yang bisa kami aplikasikan pada saat kami berprofesi nanti. Tindakan yang ada pada praktek Belajar lapangan di ruang anak ini lebih ekstrim dan lebih menguras tenaga karena bukan hanya tindakan yang harus sesuai dengan SOP (untuk menjaga mutu dan kualitas tindakan keperawatan) tapi kita juga harus bergulat dengan tingkah anak yang terus bergerak saat akan dilakukan tindakan, apalagi tindakan invasif seperti pemasangan infus untuk memenuhi cairan, nutrisi, maupun pemberian obat melalui parenteral. Rata – rata anak merasa takut pada petugas kesehatan (dokter, perawat, dll) mungkin karena beberapa tindakan invasif tadi dan merasa sakit sehingga anak trauma dan takut.
Meskipun pemberian asuhan keperawatan pada anak berprinsip atraumatic care, akan tetapi dalam realita yang ada dilapangan, kemungkinan prinsip itu diterapkan adalah 45 % (menurut pendapat saya) karena pada kasus yang terjadi pada saat kami praktek, kebanyakan infus yang telah terpasang macet / tersumbat oleh darah kental, kemungkinan karena posisi menggendong ibu dan gerak anak yang begitu banyak sehingga pemanfaatan gaya gravitasi pada infus menjadi tidak ada, sehingga perlu dilakukan tindakan spooling yang menyebabkan anak kembali melihat jarum spuit / suntikan yang menurut pemikiran anak benda seperti itu yang pernah melukainya. Belum lagi saat dilakukan spooling, akan terjadi sedikit pergesekan pada pembuluh darah sehingga anak biasanya merasa sedikit sakit dan kaget juga tidak nyaman sehingga trauma pastinya akan terjadi sekalipun thrust telah terjalin dengan baik antara perawat, pasien, dan keluarga.
Ada juga beberapa tindakan keperawatan yang kami lakukan di ruang HCU (High Care Unit). Pasien di ruangan HCU adalah bayi – bayi resiko tinggi yaitu bayi – bayi yang sangat beresiko terjangkit penyakit dan mengalami penurunan kesehatan yang drastis sehingga tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan kematian pada bayi. Di ruangan ini seluruhnya merupakan bayi prematur yang umumnya lahir 2 bulan lebih cepat. Cukup banyak tindakan kami di ruangan ini, tapi yang lebih sering adalah pemberian makan melalui OGT (Oro Gastric Tube) dikarenakan terdapat bayi yang terdiagnosa mengalami asfiksia dan hiperglikemia sehingga pemberian makanan tidak mungkin dapat dilakukan dengan normal dan harus dilakukan diet makanan juga. Dikarenakan kami masih gugup saat melakukan tindakan pemberian makanan ini, maka dari itu kami melaksanakan tindakan ini bersama – sama (3 orang), sehingga masing - masing bisa mendapatkan kesempatan melakukan tindakan ini karena pemberian makanan pada pasien ini adalah 30 ml susu formula dan kami menggunakan spuit 10 ml sehingga pemberian makan dilakukan 3x pengisian, kami juga bisa saling mengingatkan satu sama lain jika ada kesalahan dalam prosedur. Dengan praktek ini, pengetahuan kami tentang dunia keperawatan semakin bertambah dan pastinya akan terus bertambah.
Minggu, 15 Mei 2011
Kelas A menggila :p
Kegilaan anak - anak kampus saya yang stress nunggu dosen.....hahaha....
Ada kemungkinan nih kampus alih program, ckckck.... hahahahaha
http://www.youtube.com/watch?v=OMediHfADuI
Rabu, 20 April 2011
10 KEAJAIBAN DUNIA | FOTO KEAJAIBAN DUNIA
Beberapa 10 Keajaiban di Dunia yang ada di bawah ini bukanlah merupakan “kepastian” bahwa hanya ini sajalah yang merupakan 10 Keajaiban Dunia, tapi beberapa tempat di bawah ini merupakan bagian dari beberapa keajaiban yang ada di dunia.
1.Chichen Itza
2. Christ The Redeemer
3. Colosseum
4. Great Wall of China
5. Machu Picchu
6. Petra
7. Taj Mahal
8. Giza Pyramid
9. Acropolis of Athens
10. Alhambra
Senin, 18 April 2011
10 racun Psikologi dalam kehidupan sehari - hari
Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.
Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkimpoian, problem seksual, dll…
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.
Racun ketiga : Egoistis
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.
Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.
Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih.. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.
Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.
Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..
Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.
Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.
Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan.. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.
Ketika kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia, gunakan cara diatas sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindardari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang !!!
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.
Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkimpoian, problem seksual, dll…
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.
Racun ketiga : Egoistis
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.
Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.
Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih.. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.
Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.
Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..
Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.
Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.
Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan.. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.
Ketika kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia, gunakan cara diatas sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindardari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang !!!
Langganan:
Postingan (Atom)


